My Blog List

  • Paid Writing Jobs - 3 Online Writing Jobs You Begin Today - Recession-Proof Are Employed By AllAre you stuck at about a job that does not pay enough to cover all of the expens...
  • Menikmati Keindahan Tanah Papua - Pernah berkunjung ke wilayah timur Indonesia, Jayapura? Kota Jayapura, Papua pulau paling timur Indonesia ini memiliki keindahan alam yang tersembunyi dan ...

Model Default Mahasiswa

Perbedaan adalah hal yang paling asyik diperbincangkan. Saking asyiknya malah terkadang bikin masalah yang ga sempat terbayangkan. Kali ini, sekali - kali gw pengen ngomongin perbedaan "ala" gw sendiri. Monggo..


Buat gw, semua hal dapat dibagi kedalam dua sisi yang berbeda. Cukup dua, tidak lebih. Contoh:

Ganteng.

Oke, ga salah kalian ngeliat muka gw saat gw bilang kata yang satu ini :D

Kata ini dapat dibagi dua [biar lebih detail], yakni Cukup Ganteng dan Kurang Ganteng.

Gimana kalo Jelek? Gampang, Cukup Jelek dan Kurang Jelek [agak aneh seh kedengerannya :D]

Sekarang mari kita fokus ke persoalan tentang hidup gw sebagai mahasiswa.

Yang ada di pikiran gw sekarang adalah, mahasiswa pun dapat dibagi kedalam dua jenis mahasiswa secara mendasar.

Mahasiswa yang pertama adalah Mahasiswa yang menjunjung tinggi IPK. Ini adalah model mahasiswa biasa, masih default. Model inilah yang kebanyakan dicari tante-tante dosen - dosen untuk diungsikan ke universitas di luar negeri ato sekedar diberi "uang jajan lebih".


Sedangkan model yang kedua adalah Mahasiswa yang menjunjung tinggi Softskill alias pengetahuan praktis. Dengan mendeklarasikan diri kurang begitu mengejar IPK namun aktif diberbagai organisasi, model ini cukup banyak ditemui di mahasiswa kebanyakan.


Sebenarnya mahasiswa model ini juga merupakan model default pada awalnya, namun ketika melihat kenyataan bahwa hasil nilai ujian cuma segitu - gitunya, dengan kata lain IPK pas2an, maka untuk "menjaga image", kemudian mereka mendeklarasikan diri menjadi Mahasiswa yang menjunjung tinggi Softskill.


Jangan salah. Coba dipikirkan lebih dalam, tidak akan diangkat seorang siswa menjadi seorang mahasiswa bila nilainya tidak mencukupi, dalam arti lain kalah bersaing dengan siswa lainnya. Disini aja udah keliatan kalo sejak awal, IPK udah menjadi model default kita. Cuma pada akhirnya terkadang ada juga yang mengungsi ke "model kedua".

Bagaimana dengan gw?

Sulit diungkapkan. Tapi dengan jujur, gw deklarasikan.

Gw sudah termasuk model mahasiswa kedua T.T

Bagaimana dengan anda?

Salam mahasiswa! *nangis darah

6 comments:

  1. Ummm... kita senasib bozz... tapi gw juga kurang suka organisasi yang terlalu formal dan formil dan juga mem"formal"kan diri... jadi gw masuk golongan mana donk???

    ReplyDelete
  2. Selama lu nggak ngejar IPK [lagi], lu dah sah masuk model kedua :D

    ReplyDelete
  3. nah.. itu dia masalahnya bozz... kutub ipk dan yang macem-macem tu sama kuatnya...

    ReplyDelete
  4. hahaaaa... saya ngejar IPK dan tetep ikut organisasi dengan membatasi diri di dalamnya.. jadi tolong bikin yang model yang ke3 ya.. :)

    ReplyDelete
  5. Hu, hu, boleh deh, jadi ada 3 model y. Model yang ketiga adalah model yang "Langka" :)

    ReplyDelete

Please NO JUNK and SPAM. Link included into SPAM.