My Blog List

  • PERILAKU KONSUMEN - Harits Kanzul Fikri (C14150085) Department of Aquaculture (www.bdp.fpik.ipb.ac.id) Faculty of Fisheries and Marine Science (www.fpik.ipb.ac.id) Bogor Agric...
  • Menikmati Keindahan Tanah Papua - Pernah berkunjung ke wilayah timur Indonesia, Jayapura? Kota Jayapura, Papua pulau paling timur Indonesia ini memiliki keindahan alam yang tersembunyi dan ...

Press release komnas anak - konferensi pers protes film "KING"

Postingan berikut ini Postingan ni adalah postingan yang gw ambil dari daftar inbox gue.

Artikel2 ne gw anggap unik, n pantas kalo gw masukin ke blog gw.. Isinya adalah e-mail dari milis Blogor, dari milis Ika SMANXA, ato dari e-mail temen2 ja. Makanya jangan aneh buat yang dah baca2 artikel ni sebelumnya.. Dah lama banget gw pengen posting ne, tapi ga da waktu banget..

Buat yang ngerasa ne adalah artikel milik dia, tolong sesegera mungkin kasih tau gw, ntar biar gw kasih label tambahan.. Ya dah keep on AntiSimpel yak..

Press release komnas anak - konferensi pers protes film "KING"

Ini adalah press release komnas anak tentang protesnya terhadap film KING. Tadi pagi, komnas anak mengadakan konferensi pers.

Siaran Pers

Merokoklah Sekarang!
Karena Kamu Akan Menjadi Juara Seperti KING

"Film "KING" memang paradoks, ada unsur pendidikan untuk anak tapi juga juga promosi secara massif perusahaan rokok", ucap Tulus Abadi, anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Di tengah maraknya film bergenre horor dan komedi porno, angin segar perfilman Indonesia kembali berhembus ketika sebuah film berkualitas kembali diluncurkan pada hari ini, 25 Juni 2009. Film "KING" adalah salah satu film yang menorehkan kebanggaan bagi Indonesia karena sarat akan pesan dan nilai nasionalisme. Mengambil sosok seorang pejuang bulutangkis Indonesia, film yang memang diluncurkan ketika liburan anak-anak ini mampu memupuk jiwa kebangsaan anak-anak Indonesia karena mereka adalah sasaran utama dari film ini.

Di lain pihak, sebagai film yang banyak ditunggu penontonnya, "KING" merupakan wahana yang efektif untuk kembali menggiring anak-anak untuk merokok. Dengan PT. Djarum sebagai pihak sponsorship film "KING", PT. Djarum berusaha memunculkan citra positif berupa kepedulian kepada dunia perfilman dan olah raga Indonesia. Selain itu, peluncuran diambil berdekatan dengan event Indonesia Open yang merupakan perhelatan akbar bulutangkis, sehingga film yang mengetengahkan perbulutangkisan di Indonesia ini lebih mudah diterima masyarakat. Lebih dari itu, dengan tema anak-anak, PT. Djarum juga ingin mencitrakan dirinya secara positif dalam benak anak-anak sehingga anak-anak Indonesia mewajarkan perilaku merokok dan menganggap bahwa merokok tidak berbahaya bagi kesehatan.
"Ini adalah akal-akalan perusahaan rokok saja", ujar Arist Merdeka Sirait, Sekretaris Jenderal Komnas Anak pada konferensi pers yang dilakukan Komnas Anak, Kamis 25 Juni 2009. Walaupun tidak ada iklan produk rokok Djarum, namun peletakan logo "Djarum Bakti Olahraga" sudah menyampaikan pesan bahwa perusahaan rokok telah mengambil bagian di film KING. "Ketika "Djarum" muncul, pastinya persepsi kita akan ke perusahaan rokok, bukan perusahaan yang lainnya kan?", tambah Tulus Abadi pada acara yang sama.

Sebagai perbandingan, pada waktu yang hampir bersamaan, diluncurkan pula sebuah film anak-anak bertema olahraga, "Garuda Di Dadaku". Sepakbola menjadi olahraga yang digunakan sebagai tema film ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa perhelatan persepakbolaan Indonesia atau sponsor hak tayang berbagai event sepakbola internasional di televisi tidak pernah lepas dari perusahaan rokok. Namun, "Garuda Di Dadaku" bisa muncul dan digemari banyak orang tanpa harus menggunakan perusahaan rokok sebagai sponsornya.

Sponsorship suatu event merupakan strategi perusahaan rokok untuk dapat diterima secara wajar atau bahkan diterima secara baik oleh masyarakat. Selain sponsorship, perusahaan rokok seringkali melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun citra baik di mata publik terhadap perusahaan. Akhir-akhir ini, PT. Djarum banyak menggunakan kedua strategi ini untuk membangun image baik. Melalui penyelenggaraan Indonesia Open 2009, PT Djarum menginginkan citra baiknya terbentuk dalam dunia olahraga Indonesia. Ditambah sponsorship film "KING", PT. Djarum dengan sangat sempurna membangun citra sebagai perusahaan yang berjasa besar bagi bangsa ini terutama di mata anak-anak. Massifnya promosi yang dilakukan film "KING" akan membuat anak-anak yang tidak pernah mengetahui Djarum pada akhirnya akan mengenalnya juga.

Kenyataannya, sebagaimana kita ketahui bahwa PT. Djarum merupakan produsen barang adiktif yang dapat menyebabkan kematian, penyakit, dan kecacatan. Di Indonesia sendiri, 427.948 jiwa meninggal akibat konsumsi rokok pada tahun 2001 atau sebanyak 1172 jiwa setiap hari (Soewarta Kosen, 2004).

Oleh karena itu, tidak sepantasnya produk yang sangat berbahaya ini ikut mengambil bagian dalam dunia perfilman terlebih lagi film yang ditujukan untuk anak-anak. Idealnya, sebuah film yang baik adalah film yang secara keseluruhan dapat membangun bangsa tanpa sedikitpun memiliki celah untuk menimbulkan dampak buruk bagi bangsa ini. Kalau memang Djarum ingin melakukan CSR, sudah seharusnya tidak ada sedikitpun logo yang berhubungan dengan Djarum di film ini.
Menyikapi film "KING" yang disponsori PT. Djarum, Komisi Nasional Perlindungan Anak melayangkan surat protes pada tanggal 23 Juni 2009 kepada Alenia Pictures sebagai pihak production house. Surat ditujukan ke Nia Zulkarnaen selaku produser eksekutif dan Ari Sihasale selaku produser merangkap sutradara. Komnas Anak sangat menyayangkan dan merasa prihatin atas keterlibatan PT. Djarum pada film ini. Padahal, Alenia Pictures merupakan production house yang selama ini berhasil menyuguhkan film-film berkualitas bagi anak-anak seperti Denias Senandung Di Atas Awan (2006) dan Liburan Seru (2008). Film-film yang diproduksi merupakan film anak yang mampu menyedot perhatian besar masyarakat dan melahirkan penghargaan. Film-film yang telah Alenia buat terdahulu merupakan film yang menunjukkan kepedulian pada dunia anak-anak dan tidak sedikitpun melibatkan perusahaan rokok di dalamnya.

Melalui surat protes ini, Komnas Anak mendesak Alenia Pictures untuk meminta maaf kepada publik atas keterlibatan sponsor perusahaan rokok dalam film "KING" dan meminta untuk tidak bekerjasama lagi dengan perusahaan rokok dalam bentuk apapun di masa mendatang.

Sudah seharusnya seluruh pihak berusaha melindungi generasi penerus bangsa dari dampak bahaya tembakau dengan melakukan TOTAL BAN, pelarangan total iklan, promosi, dan sponsorship rokok.

Jakarta, 25 Juni 2009
Hormat kami,
Atas nama Komisi Nasional Perlindungan Anak

DR. Seto Mulyadi Arist Merdeka Sirait
Ketua Umum Sekretaris Jenderal

Contact Person :
Cahya Shima Dewi
0812-9719-440
Communication Officer
from milis Blogor

No comments:

Post a Comment

Please NO JUNK and SPAM. Link included into SPAM.