My Blog List

  • PERILAKU KONSUMEN - Harits Kanzul Fikri (C14150085) Department of Aquaculture (www.bdp.fpik.ipb.ac.id) Faculty of Fisheries and Marine Science (www.fpik.ipb.ac.id) Bogor Agric...
  • Menikmati Keindahan Tanah Papua - Pernah berkunjung ke wilayah timur Indonesia, Jayapura? Kota Jayapura, Papua pulau paling timur Indonesia ini memiliki keindahan alam yang tersembunyi dan ...

Bicara 'Buruh'

Setelah sekian lama bermain kata dengan kata-kata maniz yang menggambarkan kehidupan gw, gw kangen juga membuat postingan dengan kata pengidentifikasi makna yang dalam.

Gw coba mulai dengan topik

BURUH

Apa yang ada dikepala kalian dengan kata 'Buruh'?

Penurut? Tidak punya wewenang lebih? Penghasilan tidak mumpuni?

Yap, kata 'Buruh' sering diidentifikasikan dengan label seperti tadi. Tidak lebih, karena mereka tidak memiliki kemampuan lebih yang diakui untuk menaikkan posisi mereka. Tapi tidak kurang, karena posisi mereka cukup aman bagi kelangsungan hidup mereka, meski 'agak' kekurangan.

Banyak tersebar informasi di media massa, terutama di Televisi dan Media cetak, bahwa buruh sering sekali mengadakan aksi yang menuntut kenaikan gaji mereka, penetapan upah minimum, sampai penggugatan ketidaknyamanan yang mereka temui ditempat kerja mereka.

Kemudian yang disalahkan, PEMERINTAH dan PEJABAT TINGGI PERUSAHAAN TERSEBUT.

Tidak, tidak salah. Wajar buruh menginginkan hal 'lebih' atas kewajiban yang mereka penuhi. Tapi seharusnya dari sisi lain pun kita harus memaklumi kepentingan pemerintah dan pejabat tinggi perusahaan yang menginginkan hal 'lebih' pula dari apa yang mereka pertaruhkan.

Lalu bagaimana peyelesaian terbaik atas permasalahan tersebut?

Secara umum, saya tidak memiliki penyelesaian terbaik.

Hanya,

Sampai sekarang saya masih berpikir keras, semua orang tau, kebanyakan orang sukses sekarang adalah orang berpengetahuan lebih atau berkekayaan lebih yang membuat mereka dapat memiliki posisi yang lebih baik dari orang-orang disekitarnya.

Dari sini saya sempat aneh dengan kultur masyarakat Indonesia sendiri.

Waktu kita lebih banyak dihabiskan untuk berpikir, bagaimana mendapatkan uang atau kesenangan lain dengan cara mudah, efisien, tanpa memeras keringat berlebih, bahkan saya sendiri juga sering merasakannya!

Mengapa kita tidak melihat secara global?!

Jika sampai sekarang kebanyakan orang sukses salah satunya adalah orang berpengetahuan lebih, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak dapat memiliki pengetahuan seperti mereka! Hanya bualan para pengamen di jalanan yang mengatakan,

"Kami adalah korban pemerintah yang tidak memperdulikan para generasi produktif.."

Anjrit! Apanya yang generasi produktif! Jika saya berhak bertanya pada mereka, saya akan bertanya,

Sampai mana tingkat pendidikan anda?

Seandainya dia menjawab, pendidikan saya hanya sampai SMA. Dan itu karena pemerintah yang tidak menurunkan biaya pendidikan!

Saya akan bertanya lagi, bagaimanakah status anda saat itu? Termasuk kedalam kelompok yang disegani karena kepintarannya? Kelompok yang disegani karena keahliannya? Kelompok yang disegani karena perbuatannya? Atau apa?!

Anda pasti sudah paham kearah mana saya akan bercuap lagi. Dan anda pasti sudah tahu bagaimana panasnya telinga saya, yang notabenenya sebagai mahasiswa, dijejali ucapan-ucapan yang melecehkan, merendahkan pendidikan! Maaf, saya terlalu "panas" berbicara, tapi saya yakin anda juga akan mengalami perasaan yang sama jika anda berada diposisi saya..

Kembali pada topik.

Kita semua tahu, buruh adalah masyarakat yang bekerja hanya dengan mengandalkan kemampuan "seadanya".

Ide dari saya simpel, tapi sayangnya sasarannya bukanlah buruh itu sendiri. Tapi kita, generasi muda yang akan menentukan sendiri apakah akan menjadi buruh, seperti kalangan diatasnya, ataukah tidak.

Bila ternyata kita lebih suka menjadi 'buruh', maka persiapkan diri kita dengan kenyataan bahwa buruh tidak akan pernah memiliki hak yang lebih baik daripada ini! Apalagi jika ada banyolan konyol yang akan mensejajarkan buruh dengan atasannya.

Bukan maksud saya melecehkan para buruh. Tapi secara matematis, apalagi secara ekonomi, pernyataan tersebut cukup sulit dibuktikan, bahkan dibayangkan!!

Sepertinya obrolan hangat topik ini saya cukupkan disini. Terlalu banyak emosi yang akan keluar jika kita saya melanjutkannya.

Kata terakhir..

Kehidupan akan memahami kita bila kita memahami bagaimana cara kita hidup..

No comments:

Post a Comment

Please NO JUNK and SPAM. Link included into SPAM.