My Blog List

  • PERILAKU KONSUMEN - Harits Kanzul Fikri (C14150085) Department of Aquaculture (www.bdp.fpik.ipb.ac.id) Faculty of Fisheries and Marine Science (www.fpik.ipb.ac.id) Bogor Agric...
  • Menikmati Keindahan Tanah Papua - Pernah berkunjung ke wilayah timur Indonesia, Jayapura? Kota Jayapura, Papua pulau paling timur Indonesia ini memiliki keindahan alam yang tersembunyi dan ...

Ahmadiyah is Hypocrites

Terdengar banyak berita di televisi yang begitu membanggakan istilah Hypocrites yang baru, Ahmadiyah. Istilah ini begitu lugas terdengar, namun sulit dimaknai. Sebuah hypocrites baru tanpa menutup-nutupi diri, muncul ke permukaan dengan alasan kebaikan, padahal sisi lain dia begitu licik menggerogoti Islam.

Semua kaum muslimin, bahkan kaum non-muslim telah sepakat bahwa inilah hypocrites terbesar yang muncul pada tahun ini. Ini bukan hanya omong kosong yang tak berdasar. Ke-pencundangan-nya telah melebihi batasnya. Mereka berkata mengakui ada nabi setelah Muhammad Saw, yang mana cuma thalut kecil yang bisa mati hanya dengan peluru ketapel kecil. Mengajak orang lain untuk ikut ajaran mereka dengan sembunyi-sembunyi, beralasan mengikuti apa yang telah Muhammad Saw ajarkan, bego..

Kebaikan memang butuh perjuangan. Tapi perjuangan itu terkadang tak cukup baik dilakukan. Itu alasan terpenting kita mengapa kita tidak mulai menghancurkan Ahmadiyah sekarang. Banyak hal yang perlu dipikirkan matang sebelum menang, banyak bukti yang harus dirangkai untuk menangkal sejuta kedustaan di masa datang saat kita maju, memulai sebuah rangkaian peperangan.

Beberapa unit kaum muslimin telah hidup berkobar siap membuka tabir penistaan ini. Banyak diantaranya mengecam, mencaci, bahkan ada pula diantaranya berbuat sebaliknya, mendukungnya, dengan alasan agar Ahmadiyah tidak sempat berkembang luas dalam masyarakat Indonesia yang beriman ini. Sebuah alasan yang masuk akal mengingat rayuan gombalnya yang memikat. Sedangkan sang pengecam, beralasan belum saatnya kita memulai perjuangan, karena Majelis Ulama Indonesia belum menetapkan perjuangan atas hal itu. Wakil Presiden kita pun, Jusuf Kalla, masih menahan masyarakat Indonesia untuk tidak berbuat anarkis, dengan pertimbangan yang cukup masuk akal. Cukup sulit bagi orang yang berpikir bila harus tinggal dalam satu sisi diantaranya. Tapi itu juga bukan alasan yang dapat kita gunakan untuk tidak mengambil posisi dalam kesempatan ini. Berpikirlah, selayaknya anda berpikir untuk kelangsungan hidup anda.. kelangsungan hidup pikiran anda..

No comments:

Post a Comment

Please NO JUNK and SPAM. Link included into SPAM.